Sistem Informasi Desa Karangsari Kembaran

SEJARAH DESA KARANGSARI


    Sejarah kepemimpinan Desa Karangsari dimulai pada tahun 1908 hingga 1930 di bawah kepemimpinan Ki Wiryo Wiarjo. Selanjutnya, tongkat kepemimpinan diteruskan oleh Ki Ralini yang menjabat selama kurang lebih 25 tahun, yaitu dari tahun 1930 sampai 1956. Setelah itu, Desa Karangsari dipimpin oleh kepala desa ketiga, Bapak Mawireja, yang menjabat cukup lama selama 32 tahun sejak 1956 hingga 1988.

    Pada masa kepemimpinan Bapak Mawireja, pembangunan Desa Karangsari mengalami perkembangan yang signifikan di berbagai sektor. Dalam bidang infrastruktur, mulai disusun peta desa dengan pola jaringan jalan yang tertata jelas serta dilakukan penataan sistem pertanahan desa. Di bidang pendidikan, didirikan Sekolah Dasar (SD) dan digalakkan kegiatan pendidikan nonformal berupa pengajian di setiap mushola. Sementara itu, dalam bidang pelayanan, dibangun Balai Desa sebagai pusat administrasi pemerintahan, dilakukan penertiban pembagian wilayah RT dan RW, serta dilengkapi struktur perangkat desa. Adapun di sektor pertanian, Desa Karangsari berhasil mencapai swasembada pangan serta dilakukan penataan sistem irigasi dan pengelolaan pembagian air sungai secara lebih baik.

    Setelah berakhirnya masa jabatan Bapak Mawireja, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Bapak Nursin yang menjabat selama 16 tahun, mulai dari tahun 1988 hingga 2007. Kepemimpinan selanjutnya dipegang oleh Bapak Mujahidin pada periode 2007 sampai 2013. Selama enam tahun masa jabatannya, Bapak Mujahidin melanjutkan serta mengembangkan berbagai program pembangunan yang telah dirintis oleh kepala desa sebelumnya.

    Periode berikutnya, dari tahun 2013 hingga 2019, Desa Karangsari dipimpin oleh Bapak Tulus. Selama masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan, peningkatan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat tetap dijalankan secara berkelanjutan.

    Sejak tahun 2019 hingga sekarang, kepemimpinan Desa Karangsari kembali dipercayakan kepada Bapak Mujahidin. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah pembangunan dan program telah berhasil direalisasikan. Pada sektor infrastruktur dan pembangunan fisik, dilakukan pengaspalan jalan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah, jambanisasi bagi keluarga kurang mampu, pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan drainase untuk penanggulangan banjir, pembangunan serta perbaikan jalan beton, pembangunan tebing pengaman pasar tradisional, penyediaan tempat pencucian kendaraan, serta pembangunan kandang ternak ayam.

    Dalam bidang pendidikan, pemerintah desa memberikan dukungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu maupun siswa berprestasi. Di bidang kesehatan, dilakukan peningkatan sarana dan prasarana PKD, pelaksanaan kegiatan Posyandu Balita, BKB, Posyandu Lansia, kelas ibu hamil dan nifas, serta upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

    Sektor pertanian juga mendapat perhatian melalui rehabilitasi dan normalisasi saluran irigasi, upaya mempertahankan swasembada pangan, serta pembentukan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Pada bidang administrasi dan pemerintahan, dilakukan peningkatan kualitas pelayanan di Balai Desa, penerapan layanan administrasi kependudukan secara daring, pelaksanaan program sertifikasi tanah massal (PTSL), rotasi perangkat desa, serta optimalisasi pemanfaatan berbagai bantuan pemerintah.

    Selain itu, dalam bidang kesejahteraan dan keterampilan masyarakat, pemerintah desa menyediakan mobil siaga desa, kendaraan roda tiga, pemberian insentif bagi guru ngaji, penyediaan mesin pengolahan sampah, serta pelatihan keterampilan pembuatan batik bagi masyarakat.


    Tulis Komentar